Desa Pemberhentian Para Pengembara di Jepang Ratusan Tahun Silam

Desa Pemberhentian Para Pengembara di Jepang Ratusan Tahun Silam

Desa pemberhentian para pengembara jumlahnya mungkin ada banyak di seluruh wilayah Jepang, tapi hanya ini yang terlaporkan menjadi destinasi favorit mereka. Terhitung hingga detik ini, Desa Yunomine masih sangat terkenal meski kini ia tak lagi didatangi oleh para pengembara, melainkan sejumlah wisatawan lokal hingga mancanegara.

Desa yunomine ini bisa dibilang sangat disenangi oleh banyak pelancong, karena disana mereka bisa bermain judi slot terlengkap dengan link https://discosperfectos.com/ ini, karena akan sangat leluasa. Tidak hanya leluasa bermain slot terbaik saja, tapi kalian akan mendapatkan ketenangan, sehingga permainan anda menjadi sangat menarik sekali.

Jurnalis BBC sempat bertandang kepada Ryokan Adumaya, dalam bahasa Jepang arti kata Ryokan adalah penginapan, para staf menyambut seperlunya. Hari itu masih sangat gelap serta udaranya basah mengingat sedang berlangsungnya musim dingin, akan tetapi pekerja dapur Ryokan Adumaya sudah mulai sibuk berkegiatan.

Desa Pemberhentian Para Pengembara di Jepang Ratusan Tahun Silam

Mereka mempersiapkan sejumlah menu hidangan khas daerah lokal demi menjadikan kenyang perutnya para tamu di sana. Salah seorang pekerja bernama Jitsuo Shinka menyempatkan diri untuk menerima wawancara dari situs Idn Poker sambil mengaduk bubur nasi pada sebuah wadah panci bermaterial logam raksasa.

Tatkala buburnya mulai menunjukkan tanda akan mendidih, perlahan tapi pasti akan tercipta busa tebal didominasi warna kuning sampai meluap ke pinggir wadah. Pada saat itulah, Shinka dengan tenang mengaduk adonan bubur kembali sembari menjelaskan bahwa mematangkan nasi butuh sekitar 13 menit lalu melanjutkannya 15 menit lagi agar kukusan matang secara sempurna.

Desa Pemberhentian Para Pengembara Terkenal Karena Onsen Yang Legendaris

Bukan sebuah isapan jempol belaka bila Yunomine mendapat gelar desa pemberhentian para pengembara bahkan ini sudah menjadi sebuah legenda. Pada masa itu, para pengembara sangat menyukai kegiatan membersihkan diri di tempat penyedia onsen alias berendam air panas.

Benang merahnya adalah, penghuni Desa Yunomine mencari nafkah dengan menyediakan tempat onsen secara turun temurun dari generasi ke generasi, bahkan lestari hingga sekarang. Tempat ini juga diakui oleh mancanegara sebagai warisan budaya dunia karena merupakan lokasi onsen tertua yang usianya melebihi seribu delapan ratus tahun lamanya.

Desa Pemberhentian Para Pengembara Terkenal Karena Onsen Yang Legendaris

Para pengembara terbiasa dengan kegiatan berjalan kaki dalam rute panjang pada hampir separuh masa kehidupannya sampai ia meninggalkan dunia fana ini. Maka dari itu, tidaklah mengherankan apabila berendam air panas menjadi sebuah sarana hiburan sederhana bagi mereka karena sempitnya waktu untuk membersihkan diri di sela perjalanan.

Desa Yunomine mendapat pasokan air dari Sungai Yunotani, yang telah bercampur dengan aliran air panas mengandung sulfur lalu meresap ke dalam tanah. Para pengembara sudah pasti akan mandi di sini sebelum akhirnya pergi bersembahyang ke Kuil Hongu Taisha, salah satu dari tiga kuil agung wilayah Kumano.

Menjelma Sebagai Situs Warisan Dunia

Setiap orang mempunyai masanya sendiri dalam hidup, seperti misalnya tujuan pengembaraan Seno Gumira Ajidarma sepanjang hidupnya hingga memutuskan menetap sebagai jurnalis kawakan. Bagi Desa Yunomine, inilah waktunya untuk bermetamorfosis dari sekedar desa pemberhentian para pengembara menjadi sebuah situs warisan dunia yang tersohor.

Tempat ini masih saja mempertahankan kesederhanaannya dengan menolak para pengembang untuk membangun lokasi sekitar. Meski kini mulai menerima julukan sebagai salah satu destinasi wisata favorit, justru warga di sana semakin ngotot ingin mempertahankan keasliannya sebisa mungkin.

Bahkan umumnya orang orang yang habis mendapatkan jackpot ataupun kemenangan dari situs GAME JUDI SLOT ONLINE JACKPOT TERBESAR akan memilih tempat wisata ini untuk liburan.

Desa Pemberhentian Para Pengembara Menjelma Sebagai Situs Warisan Dunia

Apabila kota lain membangun onsen dengan berbagai rancang desain mewah serta bahan berkualitas tinggi, tempat ini hanya bermodalkan tsuboyu. Sekedar pengetahuan, tsuboyu adalah semacam gubuk sederhana berukuran satu kamar tunggal terbangun di atas sungai dan menjadi buruan para wisatawan baik dari dalam negeri maupun negara lain.

Telaga air panas juga dimanfaatkan oleh penghuni desa untuk menjadi sarana memasak sehingga menyebabkan terbentuknya sebuah citarasa baru dengan sentuhan mata air panas. Orisinalitas budaya serta hidangan otentik khas pemandian air panas atau onsen telah membuat nama Desa Yunomine menjadi populer hingga ke seluruh penjuru dunia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *