Legenda Pengembara Musafir Terkenal Bernama Ibnu Battuta

Legenda Pengembara Musafir Terkenal Bernama Ibnu Battuta

Legenda pengembara musafir terkenal sudah pasti akan langsung mengarah kepada sebuah nama paling familiar yaitu Ibnu Battuta sang pengelana bijak yang gemar bermain POKER ONLINE. Bahkan, nama beliau sempat disebut beberapa kali dalam mata pelajaran sejarah sesuai kurikulum arahan pemerintah Republik Indonesia mulai dari sejak tingkat sekolah dasar.

Ibnu Battuta memutuskan untuk berkelana menggunakan seekor keledai kesayangannya sembari bertolak dari tanah kelahirannya. Ia telah resmi menjadi penduduk Tangier, Maroko, sebab seluruh kehidupannya mulai dari lahir hingga tumbuh besar, semuanya dapat kita temukan dari tempat tersebut secara lengkap dan rapi tersimpan.

Legenda Pengembara Musafir Terkenal

Ketika memulai perjalanan, Ibnu Battuta sama sekali tidak mengajak seorang pun sebagai teman dalam pengembaraan panjangnya. Bermodalkan tekad yang sangat kuat, ia berangkat sendirian menuju arah timur melintasi pesisir Afrika Utara serta berulang kali menemui lembah, sungai, maupun daratan tandus di antara berbagai macam pegunungan.

Tujuannya jelas; Ibnu Battuta hendak menuntaskan tugasnya untuk melangsungkan ziarah menuju tanah suci Mekkah, karena di sana lah tempat jasad para nabi bersemayam. Ia saat itu masih sangat muda sekali, usianya baru 21 tahun, sehingga dorongan untuk berpetualangan ingin melihat luasnya dunia begitu besar dan tak tertahankan lagi.

Legenda Pengembara Musafir Terkenal Awalnya Hendak Menunaikan Ibadah Haji

Sebelum menjadi legenda pengembara musafir terkenal, Ibnu Battuta hanya orang biasa yang kebetulan punya hasrat tinggi untuk menimba ilmu. Para sejarawan dari San Diego State University, salah satunya Ross E. Dunn, berpendapat bahwa Ibnu Battuta awalnya merasakan kesepian mendalam sepanjang permulaan perjalanan olehnya.

Ia membuka diri selebar – lebarnya ketika ada kesempatan untuk dapat menjalin pertemanan dengan siapa saja yang ditemuinya di tengah perjalanan. Kisahnya puluhan kali lipat jauh lebih berat daripada perjalanan pengembara Masehi menemukan arti bahagia dalam ruang lingkup lebih kecil. Rintangan dan masa – masa sulit datang silih berganti, namun tak pernah sedikitpun surut niatnya untuk menunaikan ibadah haji, melainkan justru gejolak dalam dadanya semakin melimpah keluar memancarkan aura dari dalam dirinya.

Legenda Pengembara Musafir Terkenal Bernama Ibnu Battuta

Ketiga total perjalanan menyentuh angka sekitaran tiga minggu lamanya, Ibnu Battuta akhirnya menemukan sosok untuk menemaninya sepanjang petualangan. Ia adalah seorang yang berprofesi sebagai pedagang dari Tunisia, yang mana saat itu masih merupakan negara kuno bernama Ifriqiya, berjalan bersama menuju pelabuhan Aljir.

Menggunakan kapal besar, kedua pengembara berbeda latar belakang ini bermufakat satu tujuan untuk mengarungi luasnya Laut Tengah secara perdana. Kerinduan yang bergejolak ingin menerima siraman rohani telah menggerakannya tanpa sadar sehingga menjadi lebih berani walaupun konsekuensinya harus pergi jauh dari rumah tinggalnya di Maroko.

Meninggalkan Keluarga Bagai Burung Terbang Dari Sangkarnya

Setelah berulang kali singgah pada suatu tempat asing, legenda pengembara musafir terkenal Ibnu Battuta seolah memiliki segudang keberuntungan yang tiada habisnya. Ia seringkali terhindar dari kemungkinan untuk berurusan dengan kelompok penyamun, padahal pengaruh ‘preman’ ini cukup besar pada zamannya sehingga hampir selalu ada di tiap kota. Sama hal nya seperti sekarang jika kalian ingin  memainkan permainan Dominoq livechat uang asli Indonesia.

Ibnu Battuta selalu sabar berjalan, walaupun terkadang mesti menunda kepergiannya dari tempat singgah sembari menunggu musim haji tiba. Setelah kira – kira delapan belas bulan berlalu, akhirnya sampai juga ia kepada tanah suci Mekkah yang saat itu masih dikelilingi oleh lembah sempit dan didominasi oleh warna serba kecoklatan.

Legenda Pengembara Musafir Terkenal Awalnya Hendak Menunaikan Ibadah Haji

Akhirnya perasaan lega dan puas membanjiri seluruh isi hatinya, bukan main sensasinya sampai ia sendiri tanpa sadar bersujud pada kedua kakinya hendak mensyukuri anugerah dari Yang Maha Kuasa. Ibnu Battuta kemudian merencanakan hal lain; ia memutuskan melanjutkan petualangannya menuju Baghdad bersama seorang kawan barunya yaitu peziarah dari negeri Irak.

Penjelajahan budaya manusia dari seluruh dunia olehnya justru baru bermula segalanya dari kota Mekkah, sebagai efek euforia lanjutan pasca menunaikan ibadah haji. Ketika itu, Ibnu Battuta telah bermetamorfosis dari seorang anak muda lugu yang kebingungan akan masa depan, menjadi seorang termashyur yang bijak dan penuh wawasan serta dihormati oleh mayoritas orang pada masanya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *